Pages

Rabu, 02 Februari 2011

Renungan Malam Ini

Apa temen-temen tau apa yang dialami Nicolaus Copernicus seorang penemu teori heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya) pada abad 14??... Dia dianggap GILA dan dikutuk kalangan gereja karena bertentengan dengan ajaran gereja katolik roma bahwa bumi sebagai pusatnya.

Dan juga Galileo Galilei seorang ilmuan yang menemukan bahwa bumi itu bulat pada abad 16??... Galileo juga dianggap GILA dan dihukum karena teorinya bertentangan dengan pendapat kalangan gereja bahwa bumi itu datar.

Sekarang temen-temen coba bayangin GILA nggak pada abad ke 7, jauh sebelum Nicolaus Copernicus, ada seseorang yang menyampaikan teori tentang penciptaan alam semesta??? bahkan dia juga menjelaskan secara gamblang tentang tata surya dan seisinya... apa tanggapan orang-orang disekitarnya kala itu???... setali tiga uang.
Dicaci-maki, disiksa, dikucilkan dan segala hinaan tertuju padanya, karena dia membawa sesuatu yang sama sekali nggak masuk akal waktu itu.

Bayangin coba penderitaan dan perasaannya???.., namun dengan sabar, dan tetap tegar dia mengajak sahabat-sahabatnya untuk mempercayai apa yang dia sampaikan...

Temen-temen tau siapa dia???...

Beliau adalah Nabi kita Rasulullah Muhammad SAW, yang membawa Al-Qur'an sebagai pedoman hingga akhir zaman. Subhanallah. Bersholawatlah coy!!!

Di abad 21 ini kita dapat melihat dan membuktikan bahwa semua yang ada di dalam Al-Qur'an itu benar-benar nyata dan terjadi. Berikut ini rangkuman ane tentang beberapa diantaranya.


1. Penciptaan Alam Semesta:
 
”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Qur’an Surat Al-Anbiya’ : 30)


 
Ayat tersebut cocok dengan teori Big Bang. Bahwa langit dan bumi (alam semesta) pada mulanya adalah satu padu, lalu terpisah. Bila dikaitkan dengan teori Big Bang, pemisahan tersebut adalah melalui ledakan dahsyat. Asyiknya lagi, teori Big Bang baru ditemukan pada abad 20. Subhanallah...


2. Bukti sisa dari ledakan dahsyat tersebut:

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi (seperti) mawar merah seperti (kilapan) minyak  (Qur’an Surat Ar-Rahman : 37)

Gambar diatas adalah The Cat's Eye Nebula yaitu akibat dari ledakan dahsyat sekitar 3 ribu tahun cahaya yang lalu. Subhanallah, cocokkan sama ayat diatas??.


3. Mengembangya alam semesta:

 ”Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (Qur’an Surat Az-Zariyat : 47).

Fakta ini dibuktikan dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. 

4. Atmosfer merupakan atap bumi:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (QS Al-Anbiya : 32)


 Atmosfer yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.

5. Garis edar bumi:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya’: 33).

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal.


6. Bentuk bulat planet bumi:

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (QS Az-Zumar : 5)


Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat. 

7. Masa penciptaan jagat raya:

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy" (QS Al-A'raf: 54)

Enam periode penciptaan alam semesta dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Fusshilat(41) ayat 9 – 12 sebagai berikut:

(9) Katakanlah: Sungguhkah kamu ingkar kepada Yang menciptakan bumi dalam dua periode dan kamu jadikan bagi-Nya sekutu? Itulah Tuhan alam semesta.
(10) Dia menjadikan rawasiya (peneguh) dari atasnya, dan Dia memberkahi serta menentukan kadar aqwat (daya penjagaan)nya dalam empat periode. (Rawasiya itu) sama bagi para penanya (peneliti alam semesta).
(11) Sesudah itu Dia berkuasa kepada langit yang masih berwujud asap (partikel-partikel mikro), lalu bersabda kepada langit dan kepada bumi: “Datanglah kamu berdua dengan sukarela atau terpaksa.” Kedua-duanya (langit dan bumi) menjawab: “Kami datang dengan sukarela.
(12) Dia menggubah tujuh langit dalam dua periode dan mewahyukan kepada setiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit dunia dengan pelita-pelita dan perlindungan. Itulah takdir Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Penjabaran ilmiahnya:
 
Periode Pertama

Tepat pada Waktu Nol, dengan perintah Allah “Kun” (Jadilah), maka terciptalah ruang dan waktu pun bermula melalui proses Big Bang. Dalam Al-Qur’an, Allah selalu memakai kalimat kun fa yakun (‘jadilah’, maka dia menjadi) dalam bentuk present tense atau fi`il mudhari`, dan tidak pernah kita jumpai kalimat kun fa kana (‘jadilah’, maka dia menjadi) dalam bentuk past tense atau fi`il madhi. Hal ini berarti bahwa Allah menciptakan alam ini melalui suatu proses evolusi atau tahap yang berkesinambungan, bahkan sampai sekarang “Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki” (Fathir(35):1).

Pada Periode Pertama, alam semesta masih berwujud energi dengan sebuah
gaya tunggal. Berekspansinya “sang bayi” alam semesta menyebabkan suhu menjadi turun. Perioda Pertama berakhir pada saat 10(-43) detik sesudah Waktu Nol (alam semesta berdiameter 10(-30) meter dengan kerapatan 10(96) kg/liter dan suhu 10(32) K), yaitu ketika rawasiya gravitasi muncul sebagai gaya tersendiri.

Periode Kedua

Periode Kedua dimulai pada saat 10(-43) detik sesudah Waktu Nol (suhu alam semesta 10(32) K), tatkala mulai terdapat dua gaya: gravitasi dan gabungan elektromagnetik-lemah-kuat. Oleh karena gravitasi bekerja terhadap sesuatu yang bermassa, maka pada Periode Kedua sebagian energi mengalami transformasi menjadi partikel-partikel mikro (dukhan), sesuai dengan Hukum Einstein: E = m c(2). Quark dan lepton masih belum dapat dibedakan, sebab gaya kuat dan gaya lemah masih identik.

Periode Ketiga

Periode Ketiga dimulai pada saat 10(-35) detik sesudah Waktu Nol (suhu alam semesta 10(28) K), tatkala
Rawasiya gaya kuat merupakan gaya tersendiri. Kini ada tiga gaya di alam semesta: gravitasi, gaya kuat, dan gabungan elektromagnetik-lemah. Pada Periode Ketiga, alam semesta mengalami inflasi (volume mendadak berekspansi) dan mulailah dikenal partikel-partikel quark yang mengalami interaksi gaya kuat.

Periode Keempat

Perioda Keempat dimulai pada saat 10(-10) detik sesudah Waktu Nol (suhu alam semesta 10(15) K), tatkala rawasiya gaya lemah memisah dari rawasiya gaya elektromagnetik. Dan mulailah dikenal partikel-partikel lepton yang mengalami interaksi gaya lemah. Pada Periode Keempat, lengkaplah sudah empat macam gaya yang berfungsi sebagai rawasiya (peneguh) bagi semua proses di alam semesta.

Alam semesta terus berekspansi sampai suhu “mendingin” hingga 10(13) K. Empat periode penciptaan rawasiya segera disusul oleh dua periode penciptaan atom, yang merupakan partikel dasar dari seluruh materi di langit dan di bumi.

Periode Kelima

Periode Kelima dimulai pada saat 10(-6) detik sesudah Waktu Nol (suhu alam semesta 10(13) K), tatkala quark-quark mampu bergabung untuk membentuk hadron-hadron. Yang disebut “hadron” adalah partikel yang tersusun dari quark-quark. Ada dua jenis hadron, yaitu baryon (tersusun dari tiga butir quark) dan meson (tersusun dari dua butir quark). Kemudian baryon ada dua macam: nukleon (baryon penyusun inti atom) dan hiperon (baryon bukan penyusun inti atom). Lalu nukleon pun ada dua spesies, yaitu proton (tersusun dari dua quark u dan satu quark d) serta netron (tersusun dari satu quark u dan dua quark d).

Hiperon-hiperon dan meson-meson merupakan partikel yang tidak stabil dan berumur sangat singkat (berubah menjadi partikel lain dalam waktu kurang dari 10(-7) detik), sehingga hanya ditemukan pada sinar kosmik atau dihasilkan oleh akselerator berenergi tinggi. Itulah sebabnya hadron yang berperan dalam pembentukan inti atom hanyalah nukleon-nukleon (proton dan netron). Dari enam jenis quark (u, d, s, c, b, t), quark u dan quark d merupakan penyusun proton dan netron.

Periode Keenam

Periode Keenam dimulai pada saat tiga menit sesudah Waktu Nol (suhu alam semesta 10(10) atau sepuluh miliar K), tatkala proton dan netron mampu bergabung untuk membentuk inti atom. Inti-inti atom yang terbentuk pertama kali adalah hidrogen-1 (satu proton), hidrogen-2 (satu proton dan satu netron), hidrogen-3 (satu proton dan dua netron), helium-3 (dua proton dan satu netron), serta helium-4 (dua proton dan dua netron).

Inti-inti atom tersebut bermuatan positif sebab mengandung proton. Mereka siap untuk “menangkap” lepton yang bermuatan negatif dan yang stabil, yaitu elektron-elektron. Lepton-lepton yang lain “tidak memenuhi syarat”: muon dan tauon berumur pendek (paling lama 10(-5) detik), sedangkan netrino tidak bermuatan.

Periode Keenam berakhir pada saat 380.000 tahun sesudah Waktu Nol (suhu alam semesta 10(-4) atau sepuluh ribu K), tatkala inti atom mampu bergabung dengan elektron-elektron untuk membentuk atom hidrogen dan atom helium. Dengan demikian selesailah sudah tahap-tahap penciptaan alam semesta.


Tujuh kenyataan ini diperoleh pada kurang lebih 1 abad belakangan ini. Padahal sudah diterangkan dalam Al Qur'an pada abad ke 7 saat nggak seorang pun yang tau. Dan masih jutaan makna lagi yang perlu kita gali. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Makannya temen-temen ane ajak untuk berfikir dan mengingat-ingat tentang segala nikmat yang telah diberikan Allah mulai dari lahir sampe udah segede ini... mulai dari yang terkecil aja deeh... bayangin coba kalo semenit aja Allah menghilangkan oksigen di udara... sesek banget kan??? Astaghfirullah... bener-bener 'teerlaaluu' kalo kita sampe mendustakan semua nikmatNya...

Dan satu lagi ane mohon maaf sebesar-besarnya kalo tulisan diatas masih banyak cacat disana-sini, coz ane juga masi perlu belajar banyaaakkk buaanggettt... hehehe...
lagian sebagian tulisan di atas juga ada yang belum ane paham, kayak di bagian atom-atom gitu deehh, pan ane belum blajar sampe sono cuy!!! (kuliah aja belom) hahaha...
bagian itu ane kutip dari kantiblokm.blogspot.com tulisan dari DRS. H. IRFAN ANSHORY...
kalo yang lainnya sebagian besar ane kutip dari http://www.harunyahya.com ...

Inti dari postingan ane kali ini ayok kita sama-sama introspeksi diri, seberapa kecilnya kita dihadapan Allah SWT, yang telah menciptakn alam semesta dan seisinya.
Nyadar dong!!! malu sama amalan-amalan nggak penting yang udah kita lakuin slama ini. Jujur ane juga malu sama diri sendiri yang kayak begini. 
Tapi moga aja dengan artikel 'kecil' ini ngasih manfaat buat ane sendiri dan temen-temen yang udh mbaca, dan dicatet sama malaikat sebagai salah satu amal baeg dan diterima Allah SWT. amiinnn... bantuin do'a ya cuy!!! hehee... Wallahu a'lam bishowab. (by. Reiz)
 

2 komentar:

Echa Husaini mengatakan...

gud...gud...
lanjutkan brow..
hehe

Reisa Rafdian Risly mengatakan...

ok thaiaannkk...

Posting Komentar

 

(c)2009 Inspiring Motivation by Reiz. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger